Sistem Informasi Berbasis Komputer

            




              1. Jelaskan pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer minimal dari 3 sumber.
a.       Stairs (dalam Fatta, 2007 ) menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) adalah suatu organisasi komputer yang terdiri dari beberapa kompuonen-komponen pernagkat keras, perangkat lunak, database, prosedur,  dan manusia.
b.      Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Diambil dari: http://www.academia.edu/6066367/Makalah_Sistem_Informasi_Berbasis_Komputer (diakses pada tanggal 18 November 2015. Pada pukul 21:01)

Sistem Informasi Psikologi




1. Menurut Jogiyanto (dalam Murphy dan Udjulawa , 2013) sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
Menurut Abdul Kadir (dalam Antonio dan Safriadi, 2012) sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Menurut Abdillah (2006) sistem informasi merupakan kumpulan komponen yang  saling berhubungan untuk mengolah input (data) menjadi output (informasi) sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemakai.

Seminar Woman and Surroundings: to treat and to be treated

Ada 2 pihak yang diperlakukan dan memperlakukan.
Itu bagaimana wanita itu diperlakukan dan bagaimana wanita itu memperlakukan orang lain.

Siapa perempuan?
Peran wanita dapat dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu:
1.      Wanita adalah seorang anak,
2.      Wanita adalah seorang istri, dan
3.      Wanita adalah seorang ibu
Dari ketiga kategori peran wanita diatas secara bertahap pasti dilalui oleh semua wanita mulai dari ia dilahirkan menjadi seorang anak kemudian sampai ia dewasa lalu menikah dan menjadi seorang istri dan setelah ia mepunyai anak menjadi seorang ibu.

Peran dan fungsi wanita dalam masyarakat yaitu peran domestik dan publik.
Peran wanita dalam ranah domestik seperti:
  • Memasak, melahirkan anak, mengasuh anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mencuci piring / pakaian, membersihkan rumah dan lain-lain..
Peran wanita dalam ranah publik seperti:
  • Menjadi guru, tenaga medis, pegawai kantor, pilot, teknisi pesawat dan profesi lainya yang saat ini banyak wanita bisa menempatinya.
Dari kedua peran dan fungsi wanita diatas, wanita memiliki beragam alasan mengapa mengambil peran tersebut. Misalnya untuk peningkatan ekonomi keluarga atau membantu suami mencari nafkah atau ingin memberi waktunya sepenuhnya untuk mengasuh anaknya di rumah dan beragam alasan lainnya.

Kekerasan dalam perempuan yaitu kekerasan fisik, psikis, penelantaran tetapi identik dengan kekerasan ekonomi dan kekerasan seksual.
Kejahatan berbasis gender contohnya petani perempuan dibayar atau digaji lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Atribut sosial: budaya yang dilekatkan pada jenis kelamin tertentu.

Contohnya: perempuan harus berbicara dengan lemah lembut, tidak boleh tertawa terbahak-bahak. Sedangkan laki-laki tidak boleh cengeng.
Ada peran perempuan yang tidak bisa dipertukarkan, yaitu: 
  • Mengandung, 
  • Melahirkan, 
  • Menyusui, 
  • Menstruasi dan 
  • Menopause.

Nama kelompok:
Aisyah Askandarini  (10512506)
Carin Riyanti Winata (11512555)
Helen Yohana Sirait (13512371)
Olga Febriani P ( 15512596)

Terapi, Peran Terapis dan Tekhnik Person Centered Therapy

Artikel 6

Carl R Rogers mengembangkan terapi Client-Centered sebagai reaksi terhadap apa yang disebutnya keterbatasan-keterbatasan mendasar dari psikoanalisis. Pendekatan client-centered adalah cabang khusus dari terapi humanistic yang menggaris bawahi tindakan mengalami klien berikut dunia subjektif dan fenomenalnya. Terapis berfungsi terutama sebagai penunjang pertumbuhan pribadi kliennya dengan jalan membantu kliennya itu dalam menemukan kesanggupan-kesanggupan untuk memecahkan masalah-masalah. pendekatan client-centered menaruh kepercayaan yang besar pada kesanggupan klien untuk mengikuti jalan terapi dan menemukan arahnya sendiri.

Tujuan, Peran Terapis dan Teknik Humanistik Eksistensial.

Artikel 5
 Pendekatan eksistensial-humanistik menekankan renungan-renungan filosofis tentang apa artinya menjadi manusia utuh. Terapi eksistensial terutama berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa melarikan diri dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab itu saling berkaitan. Berfokus pada kondisi manusia. Pendekatan terapi eksistensialjuga bukan suatu pendekatan terapi tunggal, melainkan suatu pendekatan yang mencakup terapi-terapi yang berlainan yang kesemuanya berlandaskan konsep-konsep dan asumsi-asumsi tentag manusia.

Konsep, Tujuan dan Teknik Psikoanalisis

Artikel 4
Kesadaran; Bagi Freud, kesadaran merupakan bagian terkecil dari keseluruhan jiwa. Seperti gunung es yang mengapung yang bagian terbesarnya berada di bawah permukaan air, bagian jiwa yang terbesar berada di bawah permukaan kesadaran. Freud percaya bahwa sebagian besar fungsi psikologis terletak di luar kawasan kesadaran.
Struktur kepribadian
Struktur kepribadian terdiri dari tiga sistem: id, ego, superego. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego merupakan komponen sosial.
1

Person Centered Therapy

Artikel 3

          Salah satu pendekatan yang dikenal dalam terapi Humanistik ini adalah terapi yang berpusat kepada klien atau Client-Centered Therapy. Client-Centered therapy adalah terapi yang dikembangkan oleh Carl Rogers yang didasarkan kepada asumsi bahwa klien merupakan ahli yang paling baik bagi dirinya sendiri dan meruakan orang yang mampu untuk memecahkan masalahnya sendiri. Tugas terapis adlah mempermudah proses pemecahan masalah mereka sendiri. Terapis juga tidak mengajukan pertanyaan menyelidik, membuat penafsiran, atau menganjurkan serangkaian tindakan. Istilah terapis dalam pendekatan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah fasilitator

Terapi Humanistik Eksistensial

Artikel 2

          Pendekatan eksistensial-humanistik, di lain pihak, menekankan renungan-renungan filosofis tentang apa artinya menjadi manusia yang utuh. Terapi eksistensial, terutama, berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa melarikan diri dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab itu saling berkaitan. Dalam penerapan-penerapan terapeutiknya, pendekatan eksestensial-humanistik memusatkan perhatian pada asumsi-asumsi filosofis yang melandasi terapi. Pendekatan ekstensial humanistic menyajikan suatu landasan filosofis bagi orang-orang dalam hubungan dengan sesamanya yang menjadi ciri khas, kebutuhan yang unik dan menjadi tujuan konselingnya, dan yang melalui implikasinya-implikasi bagi usaha membantu individu dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan dasar yang menyangkut keberadaan

Terapi Psikoanalisis

Artikel 1
        Sigmund Freud (1856-1939), seorang dokter dari Wina, merumuskan sudut pandang psikoanalisis (psychoanalytic perspective), yang memandang perkembangan sebagai hal yang dibentuk oleh daya-daya tidak sadar yang memotivasi perilaku manusia. Psikoanalisis, pendekatan terapi yang dikembangkan Freud, berupaya untuk memberikan para pasien wawasan (insight) ke dalam konflik-konflik emosional yang tidak sadar dengan menanyakan mereka berbagai pertanyaan yang dirancang untuk mengungkapkan ingatan-ingatan yang terkubur. Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi. Dasar dari terapi psikoanalisis adalah konsep Sigmund Freud dan beberapa pengikutnya. Tujuan dari psikoanalis adalah menyadarkan individu

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling, Mental Illnes dan Bentuk Terapi (2)



         Disini saya akan membahas tentang perbedaan psikoterapi dan konseling mental illness dan bentuk terapi.


A.      Perbedaan psikoterapi dan konseling

Orang yangmelakukan psikoterapi disebut psikoterapis. Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara professional dan legal. Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya). Sebaliknya psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang yang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantuk orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya, sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).